Advertisement

Latest News


Filipina lepas dari status penggembira di Piala AFF setelah berhasil menembus babak empat besar di edisi 2010 lalu. Tim besutan Michael Weiss itu patut diperhitungkan sebagai salah satu pesaing dalam memperebutkan trofi juara Piala AFF 2012. Pencapaian itu menjadi yang terbaik dalam sepanjang sejarah keikutsertaannya dalam pesta sepakbola se-Asia Tenggara itu. Sejak pertama digelar pada 1996 dengan nama Tiger Cup, laju paling kencang The Azkals hanya sampai fase grup. 


Sepakbola Filipina mengalami periode buruk sekitar setengah dasawarsa terakhir. Di September 2006, mereka terpuruk di rangking 195 alias yang terburuk dalam sepanjang sejarahnya. Namun, di akhi tahun mereka naik ke peringkat 171 dunia menyusul penampilan bagus di kualifikasi Piala AFF 2007.

Lolos ke babak utama, Filipina justru terpuruk. Tersingkir di fase grup dengan menempati posisi buncit dengan satu kali seri jadi hasil terbaik. Dengan target awal masuk semifinal, kegagalan itu membuat pelatihnya saat itu, Aris Caslib, mengundurkan diri.

Sejak saat itu Filipina gagal untuk lolos ke kompetisi mayor dan bergonta-ganti pelatih. Di Piala AFF 2008, Filipina mengalami kemunduran dengan gagal lolos dari babak kualifikasi setelah kalah selisih gol dari Kamboja.

Era kebangkitan Filipina dimulai pada dua tahun lalu. Mengandalkan pemain-pemain naturalisasi, tim yang saat itu ditangani Simon Mcmenemy itu membuat gebrakan.

Dimotori oleh Yonghusbands Bersaudara, Filipina tidak terkalahkan di fase grup dan secara mengejutkan mampu mengalahkan juara bertahan Vietnam. Filipina juga jadi tim yang pertama kali lolos ke babakknock out untuk kali pertama, namun kalah agregat 2-4 dari Indonesia di semifinal.

Penampilan Filipina semakin menanjak. Setelah membukukan kemenangan pertamanya di kualifikasi Piala Dunia 2014 atas Sri Lanka 4-0 di leg kedua pada 3 Juli 2011 setelah imbang 1-1 di leg pertama. 

Filipina juga berhasil tampil sebagai peraih tempat ketiga AFC Challenge Cup dengan menundukkan Palestina 4-3. Dalam prosesnya, mereka mengalahkan juara sebelumnya India 2-0 dan 2-1 melawan Tajikistan untuk maju ke semifinal tapi kemudian kalah dari Turkmenistan 2-1 dalam perebutan tiket ke final.

Rekor Filipina dengan negara-negara tetangganya belakangan ini pun cukup bagus. Dalam persiapannya mengikuti AFF tahun ini, Filipina membukukan dua kali kemenangan atas Singapura 2-0 (7/9), imbangi Bahrain tanpa gol (12/10) dan kalah tipis 1-2 dari Kuwait (16/10) sebelum menang lagi dari Singapura 1-0 (15/11) di laga persiapan terakhirnya.

Vietnam merupakan salah satu kekuatan sepakbola di Asia Tenggara. Meski baru sekali menjadi juara Piala AFF, namun beberapa kali mereka melangkah jauh di ajang Piala AFF.

Vietnam datang ke Piala AFF 2012 ini dengan membawa misi untuk membalas kegagalan mereka mempertahankan gelar juara di tahun 2010 lalu.

Di Piala AFF 2008, Vietnam tampil sebagai juara. Mereka menjadi kampiun setelah mengalahkan Thailand di babak final dengan agregat 3-2.

Namun Vietnam gagal mempertahankan mahkota juara itu di Piala AFF 2010 lalu. Lolos ke semifinal dengan status sebagai juara Grup B, Vietnam kemudian harus memupus harapannya untuk melangkah ke final setelah dihentikan Malaysia dengan agregat 0-2.

Bersama pelatih baru, Phan Thanh Hung, Vietnam berharap bisa mengulang kesuksesan yang pernah diraih di tahun 2008 itu. Sejauh ini, selama 11 kali memimpin Vietnam, Hung memberi lima kemenangan, empat hasil imbang dan dua kali kalah.

Vietnam tergabung di Grup A bersama tuan rumah Thailand, Filipina, dan Myanmar. Vietnam akan mengawali Piala AFF 2012 dengan menghadapi Myanmar, 24 November mendatang.
(din/a2s) 

 
Dua tahun lalu, banyak pengamat yang tak menduga jika Thailand gagal lolos kualifikasi grup di Piala AFF 2010. Setelah berbenah di sana-sini, target juara pun mereka usung di Piala AFF 2012 kali ini.

Kala itu Thailand padahal dianggap sebagai tim yang paling siap di antara tim lainnya. Hal tersebut --salah satunya-- terlihat dari bagaimana tim berjuluk "Gajah Putih" itu menyewa seorang legenda Inggris dan Manchester United, Bryan Robson, sebagai pelatih utama.

Tetapi, prediksi seringkali hanya berlaku di atas kertas. Faktanya memang demikian, hanya mampu meraih dua hasil seri atas Laos (2-2) dan Malaysia (0-0), serta satu kekalahan dari Indonesia (2-1), Thailand mesti menanggung malu karena tak lolos dalam babak kualifikasi. Robson pun langsung mengundurkan diri paska turnamen dengan alasan kesehatan.

Thailand sejatinya salah satu negara terkuat di Asia Tenggara. Bersama Singapura, Thailand adalah negara terbanyak yang mengoleksi gelar juara Piala AFF, yakni sebanyak tiga kali (1996, 2000 dan 2002). Terbanyak dibanding sembilan negara lain di kawasan ini.

Maka setelah kegagalan mengejutkan di AFF 2010 lalu, Federasi Sepakbola Thailand (FAT) pun langsung berbenah dengan menunjuk nama Winfried Schaefer sebagai pelatih dengan durasi kontrak selama tiga tahun.

Schaefer, kendati tak seterkenal Robson, bukanlah nama sembarangan. Pengalamannya melatih VfB Stuttgart selama semusim (1998-1999) dan timnas Kamerun selama empat musim (2001-2004, termasuk membawa Kamerun menuju Piala Dunia 2002), jelas jaminan mutu.

Tak heran jika FAT langsung memberikan target juara kepada pelatih 62 tahun tersebut. Terlebih, "The War Elephant" juga berstatus sebagai tuan rumah penyisihan Grup A yang berisikan Myanmar, Vietnam, dan Filipina.

Schaefer pun menyanggupi tantangan tersebut. Akan tetapi, belum apa-apa, Schaefer harus bertemu dengan kendala pertama terkait persiapan skuat. Pelatih berkebangsaan Jerman itu mengaku tak bisa total dalam mempersiapkan skuat lantaran kompetisi reguler Thailand (TPL) baru berakhir akhir pada Oktober lalu, serta final FA Cup dan The League Cup baru berlangsung 4 dan 10 November.

Adu kepentingan antara klub-timnas pun tak dapat dielakkan. Empat dari enam pemain asal klub Buriram United yang semula diplot masuk skuad bayangan tak memenuhi panggilan timnas. Sebuah ujian serius bagi Schaefer sebelum meladeni Filipina sebagai lawan pertama di Piala AFF 2012 pada 24 November 2012 mendatang.





Kuala Lumpur - Satu hari setelah bermain melawan Laos, tak ada agenda berat untuk dilakukan tim nasional Indonesia. Para pemain pun memilih untuk bersantai.

Latihan pagi, seperti biasanya memang ada. Namun, latihan tersebut tidak dilakukan di Inspen, Kajang, tempat timnas biasa berlatih, melainkan di halaman belakang hotel Palace of The Golden Horses. Itu pun bukan latihan berat, hanya latihan ringan.

Setelahnya, beberapa pemain memilih untuk jalan-jalan keluar hotel. Kebetulan, sorenya tidak ada jadwal latihan juga.

Andik Vermansah misalnya. Pemain lincah ini kebetulan bertemu dengandetikSport di BB Plaza, Kuala Lumpur, Senin (26/11/2012), pada jam-jam setelah makan siang. Ia tidak sendiri, melainkan bersama sahabatnya, gelandang M. Taufiq.

Andik tampak santai. Dia hanya mengenakan jins dan kaos dengan lengan sampai siku dan sepatu kets. Sementara, Taufiq mengenakan kaos berwarna hijau, jins, dan topi kupluk. Keduanya tidak terlihat seperti atlet yang tengah membela nama negara, persis seperti keseharian orang pada umumnya.

Ketika ditanya apa yang dia beli, Andik menunjukkan belanjaan yang ditentengnya. "Beli sepatu, sepatu bola. Di Indonesia bukannya nggak ada, tapi cuma nggak ada ukurannya saja," jelasnya.

"Yang lain juga sedang keluar (jalan-jalan)," ucapnya singkat ketika ditanya soal pemain lain.

DetikSport pun sempat memperlihatkan foto-foto hasil jepretan aksinya di lapangan kemarin. "Nanti minta tolong dikirimkan ke e-mail, ya.." katanya sembari terkekeh.


(roz/mrp)
Sumber : Detik.com


Jakarta - As a "newcomer" in the Indonesian national team, Tonnie Cusell direct apparently had a very positive assessment of one of the veteran players on the squad, Bambang "Bepe" Pamungkas. What did he say?
"He is a good player and a professional. He had a very good game," said Cusell against Bepe, at the Bung Karno Main Stadium on Monday (11/19/2012).

Not just okay as a footballer, Bepe also called by the bloody Dutch-Indonesian players had a quiet personality and able to protect the team, not to mention players like her debut."He's very calm. Persons quiet, but she was able to protect us all," said Cusell.

It may be more or less because of the role and then admitted Cusell Bepe also very comfortable with the atmosphere in the Indonesian national team, although he only joined for about two weeks. Capitalized terms, he also hopes that all players can now try to instill confidence can gain success in the AFF Cup.

"There's always change in every game., And I feel it. Thing now we all have to focus, teamwork, confidence, and we can become champions in the AFF Cup," he concluded.
Advertisement